As for man, his days are as grass: as a flower of the field, so he flourisheth.
For the wind passeth over it, and it is gone; and the place thereof shall know it no more.

Psalms 103:15-16; KJV

28 May 2012

Pentakosta


“… dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah 
seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, …” 
(Kisah Para Rasul 2:3-4; Alkitab TB, © 1974 LAI)


Pada hari Minggu, 27 Mei 2012 ini gereja merayakan Pentakosta. Nuansa perayaan ini hampir-hampir tidak nampak, apalagi meriah ...

Kata Pentakosta merupakan kata Yunani yang berarti lima puluh. Istilah ini dikaitkan dengan perayaan panen di kalangan orang Israel. Alkitab Perjanjian Lama tidak menyebutkan nama untuk perayaan ini. Nama Pentakosta justru diperkenalkan dalam Perjanjian Baru; hanya tiga kali disebut (Kis. 2:1; 20:16 dan I Kor. 16:8). 

Bagi umat Israel perayaan Pentakosta merupakan salah satu dari tiga hari raya besar mereka. Pada awalnya perayaan ini merupakan pesta panen gandum (band. Kel. 34:22). Di kemudian hari pesta perayaan ini dilaksanakan pada hari kelimapuluh setelah perayaan Paskah (Im. 23:9-14). Namun sejak abad ke-2 Pentakosta dihubungkan dengan peringatan pemberian Hukum Tuhan di Sinai yang terjadi setelah mereka keluar dari perbudakan di Mesir (Ul. 16:12), walaupun hal ini dirasakan kurang tepat (lih. Kel.19.1).

Dalam Kis. 2:1 tertulis bahwa pencurahan Roh Kudus atas para rasul dan pengikut Yesus terjadi bersamaan dengan perayaan Pentakosta di Yerusalem. Peristiwa pencurahan Roh Kudus merupakan penggenapan janji Tuhan Yesus di malam perjamuan, yaitu bahwa Roh Kudus akan menyertai mereka. Kehadiran Roh Kudus memampukan para pengikut Yesus menyebarkan Injil ke segala bangsa sebagaimana perintah Tuhan Yesus sebelum peristiwa kenaikan-Nya (lih. Kis. 1:8). 

Dengan demikian perayaan ‘hari kelimapuluh’ memiliki makna yang baru bagi setiap pengikut Kristus. Perayaan tersebut tidak lagi dikaitkan dengan perayaan syukur panen, melainkan peringatan kehadiran Roh Kudus bagi setiap orang yang beriman kepada Kristus. 

Sering kali perayaan Pentakosta – sejak peristiwa pencurahan Roh Kudus - dipandang oleh orang percaya sebagai hari kelahiran Gereja.

----------

Gambar di atas dibuat berdasarkan Kis. 2:3. Karena keterbatasan ukuran kertas yang menjadi media gambar, maka saya tidak menggambar sekitar 12o orang pengikut Yesus yang berkumpul  di sekitar peristiwa pencurahan Roh Kudus.

Empat dari lima figur - yang satu tidak terlihat - tersebut dibuat berdasarkan gambaran saya tentang 12 murid Yesus dalam serial Carpe Noctem. Mereka adalah Yakobus, Petrus dan Yohanes. Bisa jadi saya memilih mereka karena saya sedang teringat pada transfigurasi Yesus (Mrk. 9:2). Karena saya mencoba menambah satu figur lagi, maka saya memilih Andreas. Alasannya, kenapa tidak sekalian saja saya membuat saudaranya Petrus juga (Mrk 1:16,29)?

----------`

Non mortui laudabunt Dominum
  • Lidah-lidah Api Pentakosta; pen dan marker

09 March 2012

Purity of Being



"... I'm not showing them I'm the best, 
I just want to tell that I can take back what I had lost."
(Mark Gor, dalam A Better Tomorrow)

[1.]  
Seluruh keberadaan kita pada hari ini merupakan akibat dari pilihan yang kita ambil pada masa lalu. Oleh karena itu setiap keputusan yang akan kita ambil harus dilandaskan pada iman yang kita miliki ... :)

[2.]  
Gambar ini dibuat di atas Moleskine® saya ketika mengikuti acara Konven Pendeta di Medan, 22 Februari 2012 dalam sesi Spiritualitas Melayani yang dibawakan oleh Pdt. Stefanus Haryono, MACF. Proses penintaan baru selesai 8 Maret 2012. Cukup lama ditinggalkan.

[3.]  
Ketika gambar ini diunggah, saya sedang menikmati lagu Mark's Dead dan A Better Tomorrow (Opening Scene) yang ada dalam film lawas Chow Yun Fat, A Better Tomorrow (1986). Salah satu film kesukaan saya, yang mengingatkan pada konsekuensi atas pilihan yang telah diambil.

Non mortui laudabunt Dominum ...

01 March 2012

Bienvenido Marzo


"Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, 
sebab Ia akan menarik aku."
(Mazmur 49:16; Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI)

Bulan Februari 2012 telah berlalu. Bulan yang istimewa bagi saya. Saya memakai istilah "Bonus 4 tahunan". Biarlah kemuliaan Tuhan saja yang nampak pada bulan-bulan itu.

Sekarang kita berada di bulan Maret 2012. Kiranya kasih karunia Tuhan terus berlanjut dalam kehidupan kita.

Dalam kalender liturgi gereja, kita sedang menjalankan masa Pra-Paskah. Ini adalah saat yang khusus bagi kita untuk merenungkan kasih Tuhan Allah yang menarik kita dari dosa melalui kematian Kristus.

 
Sebuah kartun dari Wiley Miller telah menarik perhatian saya. Silakan mengunduh gambar ini  di ...

23 February 2012

Rabu Abu ... Selamat datang masa Pra-Paskah ...


Bila dikaitkan dengan kalender liturgi gereja, hari Rabu, 22 Februari 2011 ini, disebut Rabu Abu. Hal ini mengingatkan warga gereja, bahwa mereka telah memasuki masa Pra-Paskah.

Pada masa Pra-Paskah ini warga gereja diingatkan kembali pada pelayanan Yesus Kristus yang berpuncak pada kematian dan kebangkitan-Nya.

Bagi saya, pemahaman tentang cinta kasih Tuhan Allah dan pelayanan Yesus Kristus cukup untuk memunculkan sikap sayang kita pada Tuhan. Ya, itu saja ... 

Di dalam tradisi gereja Rabu Abu juga merupakan awal masa puasa dan merenungkan keberadaan umat sebagai manusia berdosa yang mendapatkan anugerah cinta kasih Tuhan Allah. Ada juga penyesalan yang digambarkan pada hari Rabu, yang berkaitan dengan kedudukan manusia sebagai makhluk berdosa.

Penggunaan abu dikaitkan dengan pemahaman yang ada di Perjanjian Lama. Beberapa tokoh Perjanjian Lama menggunakan abu sebagai tanda perkabungan dan penyesalan; seperti Ayub, Daniel, Mordekhai. Demikian juga raja dan rakyat kota Niniwe yang didatangi oleh Yunus.

"Selamat menikmati masa raya Pra-Paskah. 

Kiranya berkat Tuhan selalu mewarnai kehidupan kita ..." 

:)


Non mortui laudabunt Dominum ...

02 February 2012

Selamat datang, Februari ...


"Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, 
supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami."
(Mazmur 90:14;Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI)

Pagi ini saya disadarkan oleh sebuah status di Twitter, "Welcome February"

Bagi saya hal ini mengingatkan pada waktu yang berlalu dan waktu yang sedang dijalani. Saya kembali diingatkan, dalam perenungan, bahwa tahun 2012 telah lewat satu bulan dan saya sekarang sedang mengisi bulan-bulan yang masih tersisa pada tahun 2012 ini. 

"Tuhan, ingatkan kami pada waktu yang sedang kami menikmati, agar segala pikiran, perkataan dan tindakan kami di sepanjang waktu yang kami jalani ini dipenuhi dengan kehendak dan berkat-Mu, dan juga kami dimampukan memberi kesaksian tentang berkat-Mu yang selalu menyatakan yang terbaik dalam hidup kami." 

Non mortui laudabunt Dominum ...