As for man, his days are as grass: as a flower of the field, so he flourisheth.
For the wind passeth over it, and it is gone; and the place thereof shall know it no more.

Psalms 103:15-16; KJV

Showing posts with label kasih. Show all posts
Showing posts with label kasih. Show all posts

03 September 2013

Tangan-Nya menarik semua ...


"Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan." (Galatia 6:1)

[1.]

Sering kali kita membatasi perasaan mengasihi kita menurut penilaian kita. Akibatnya, sikap mengasihi yang diinginkan oleh Tuhan, yaitu kasih kepada sesama manusia, tidak bisa dilaksanakan seutuhnya.

Mereka yang telah melakukan kesalahan dan dinilai buruk  menjadi orang-orang yang berada di luar jangkauan sikap kasih. Baik disadari maupun tidak, tidak jarang kita pun turut menjauhi mereka.

Tuhan Yesus justru mengajarkan sebaliknya. Kematian dan kebangkitan-Nya berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Sekalipun Tuhan Yesus pernah mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat (Mat. 23:1-36), kasih-Nya pun tetap ditujukan kepada mereka.

"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Luk. 23:34)

[2.]

Beberapa waktu ini saya kembali tertarik dengan warna hitam, setelah beberapa tahun ini saya cenderung menggambar line art. 

Warna hitam yang banyak mengisi ruang dalam gambar telah memberi makna bagi saya. Kehidupan ini tidak selalu putih. Ada juga hitamnya. Itu adalah keseimbangan yang menguatkan makna kehidupan, apa pun maknanya bagi kita masing-masing.

Saya menghubungkan ide gambar di atas dengan renungan Ibadah Minggu XV sesudah Pentakosta di jemaat-jemaat GPIB pada hari Minggu, 1 September 2013. 

Gambar wajah wanita dan serangga sebenarnya tidak menjadi bagian dari rencana saya. Ide awalnya hanya tangan Kristus yang menarik tangan salah satu 'kawanan domba'-Nya saja. Namun kemudian berkembang dengan berbagai ide yang lain.


Non mortui laudabunt Dominum

  • Tangan yang menarik; pen dan marker, photoshop CS5

03 August 2013

Pelangi adalah tanda perjanjian Tuhan


"Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka ..." (Kejadian 9:1)

[1].

Kitab Kejadian 6-9 menceritakan tentang banjir besar yang dipakai oleh Tuhan untuk membersihkan dunia dari kejahatan manusia. Sebelum banjir itu datang, Tuhan memilih Nuh dan keluarganya untuk diselamatkan dari banjir tersebut. 

Ada perjanjian yang dibuat oleh Tuhan dengan manusia. Tuhan berjanji tidak akan memusnahkan manusia dengan air bah lagi. Sebagai meterai perjanjian tersebut Tuhan meletakkan busur-Nya. Busur itu akan selalu muncul setelah hujan. Kita menamai busur itu sebagai pelangi.

Kisah Nuh dan banjir besar dalam kitab Kejadian sering kali dihubungkan dengan epik Gilgamesh yang dikenal di Mesopotamia dan sekitarnya. Bisa saja kedua cerita itu berhubungan, mengingat moyang bangsa Israel sendiri  berasal dari Mesopotamia (Kej 11:31). 

[2.]

Ada dua elemen penting dalam gambar ini. 

Yang pertama adalah pelangi. Pelangi setelah hujan menjadi pemandangan indah dan menakjubkan bagi saya. Ketakjuban tersebut tidak menghilang setelah saya mengetahui bahwa kehadiran pelangi merupakan sebuah fenomena optikal yang terjadi akibat pantulan cahaya di atmosfir bumi. Dalam Alkitab asal-usul pelangi menjadi bagian dari kisah Nuh dalam Kejadian 6-9 dan memiliki makna teologis yang indah.

Yang kedua adalah awan. Sebenarnya, pelangi tidak mungkin tertutup oleh awan seperti yang terlihat di salah satu ujung garis pelangi. Dalam gambar ini awan dipakai sebagai gambaran kekuasaan dan kemuliaan Tuhan. Ada beberapa ayat yang menghubungkan kekuasaan dan kemuliaan Tuhan dengan awan  (Kel. 13:21; Yes. 19:1; Rat. 2:1).

Elemen lain adalah asap dari mezbah korban bakaran. Walaupun bergerak dinamis, asap tersebut tetap mengarah "tegak lurus" ke atas, lambang dari tempat kemuliaan Tuhan. Sehingga "Tuhan mencium persembahan yang harum itu ..." (Kej. 8:20).

Non mortui laudabunt Dominum 
  • Persembahan dan Meterai Perjanjian; pen dan marker - Faber Castell (Multimark dan Pitt); di buku gambar kertas daur ulang.

25 November 2012

Tujuh kaki dian, tujuh bintang, ...


"Inilah firman dari Dia, 
yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya 
dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu ... 
Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." 
(Wahyu 2:1,4; Alkitab Terjemahan Baru; © 1974 LAI)

Ketika ibadah kita sebagai tindakan ritual tidak berlanjut dengan ibadah kita sebagai tindakan yang aktual, maka Tuhan pun akan mencela kita seperti yang dilakukan-Nya kepada jemaat di Efesus.

Apalah artinya kehebatan mempertahankan ortodoksi, bila tidak mengasihi sesama sebagai wujud kasih kita kepada Tuhan?


Non mortui laudabunt Dominum

  • Tujuh kaki dian dan tujuh bintang; technical pen di buku Moleskine®






23 February 2012

Rabu Abu ... Selamat datang masa Pra-Paskah ...


Bila dikaitkan dengan kalender liturgi gereja, hari Rabu, 22 Februari 2011 ini, disebut Rabu Abu. Hal ini mengingatkan warga gereja, bahwa mereka telah memasuki masa Pra-Paskah.

Pada masa Pra-Paskah ini warga gereja diingatkan kembali pada pelayanan Yesus Kristus yang berpuncak pada kematian dan kebangkitan-Nya.

Bagi saya, pemahaman tentang cinta kasih Tuhan Allah dan pelayanan Yesus Kristus cukup untuk memunculkan sikap sayang kita pada Tuhan. Ya, itu saja ... 

Di dalam tradisi gereja Rabu Abu juga merupakan awal masa puasa dan merenungkan keberadaan umat sebagai manusia berdosa yang mendapatkan anugerah cinta kasih Tuhan Allah. Ada juga penyesalan yang digambarkan pada hari Rabu, yang berkaitan dengan kedudukan manusia sebagai makhluk berdosa.

Penggunaan abu dikaitkan dengan pemahaman yang ada di Perjanjian Lama. Beberapa tokoh Perjanjian Lama menggunakan abu sebagai tanda perkabungan dan penyesalan; seperti Ayub, Daniel, Mordekhai. Demikian juga raja dan rakyat kota Niniwe yang didatangi oleh Yunus.

"Selamat menikmati masa raya Pra-Paskah. 

Kiranya berkat Tuhan selalu mewarnai kehidupan kita ..." 

:)


Non mortui laudabunt Dominum ...

21 May 2011

Convertat Dominus vultum suum ad te



Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, 
hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

(Mazmur 90:12; Alkitab Terjemahan Baru, © 1974 LAI)


Gambar ini, yang berasal dari sebuah foto yang diberi sentuhan dari Photoshop CS2, merupakan kartu ucapan yang diberikan kepada Maya Shanti, isteri yang penuh kasih. Saya sangat mengasihinya. 

Ada sebuah lagu yang menggambarkan perasaan saya kepada Maya. Lagu itu dipopulerkan oleh John Michael Montgomerry dan Boyzone, tapi Eric Martin menyanyikannya dengan suara yang khas dan mengena dalam salah satu episode film sitkom Mad About You; I Love The Way You Love Me ...
And I love the way you love me | Strong and wild, slow and easy | Heart and soul, so completely | I love the way you love me
I could list a million things | That I love to like about you | But they all come down to one reason | I could never live, live without you ...
"Tuhan selalu menghadapkan wajah-Nya kepada setiap langkah hidup Mami ..." 


Non mortui laudabunt Dominum.