As for man, his days are as grass: as a flower of the field, so he flourisheth.
For the wind passeth over it, and it is gone; and the place thereof shall know it no more.

Psalms 103:15-16; KJV

Showing posts with label advent. Show all posts
Showing posts with label advent. Show all posts

18 December 2013

Gaudete, merah muda di tengah minggu-minggu Adven ...


"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! 
Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" 
(Filipi 4:4)

[1.]

Dalam tradisi gereja, hari Minggu Adven ketiga, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 15 Desember lalu, biasa disebut Gaudete. Kata gaudete berasal dari bahasa Latin, artinya sukacita. Penamaan tersebut berdasarkan nyanyian introitus dalam ibadah yang lazim dipakai pada hari Minggu Adven ketiga, “Gaudete in Domino semper, iterum dico, gaudete.” Nyanyian tersebut diangkat dari Filipi 4:4.

Pada masa Adven warna yang menonjol adalah ungu. Warna ungu melambangkan pertobatan yang berhubungan dengan persiapan hati untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus. Namun pada Adven ketiga warna yang dipakai cenderung merah muda, pink. Warna merah muda berhubungan dengan sukacita. Pada Adven ketiga ini terjadi pergeseran makna dari masa pertobatan menuju sukacita menyambut kedatangan Yesus.

[2.]

Gambar di atas merupakan sampul lembaran warta jemaat edisi 15 Desember 2013 lalu yang dibuat sekaligus sebagai materi bina yang sederhana. Gambar mawar dan beberapa elemen bukan buatan saya. Saya mengunduh dari Google. Karena ada bidang kosong yang cukup banyak, saya membuat beberapa garis doodle. 

Non mortui laudabunt Dominum

19 December 2011

Virga Iesse ...

“Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, 
dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.”
(Yesaya 11:1; Alkitab Terjemahan Baru, © LAI 1974)
    
   
Salah satu cara untuk mengajarkan penggenapan nubuat tentang Yesus Kristus adalah dengan menggunakan Pohon Isai (Latin: Virga Iesse; Inggris: Jesse Tree). Pohon Isai lazim dilaksanakan pada masa raya Adven, peringatan penantian penggenapan kedatangan Yesus Kristus.  
  
Pohon Isai merupakan alat bantu mengajar berupa pohon, baik dengan daun maupun hanya ranting saja. Di cabang-cabang pohon digantung ornamen berupa gambar-gambar yang menyimbolkan penggenapan nubuat tentang Yesus Kristus. Kita bisa memulainya sejak penciptaan, kejatuhan manusia dalam dosa, pemberian 10 perintah Allah, hingga ke nubuat para nabi.  

Selain bercerita tentang penggenapan nubuat Pohon Isai dapat dihiasi dengan gambar-gambar karakter yang ada pada silsilah Yesus Kristus. Dalam penggambaran tersebut, rasanya tidak lengkap jika kita tidak menggambarkan Isai. Mungkin tidak semua karakter dalam silsilah tersebut digambarkan. Penggambaran pun tidak harus berupa orang. Kita bisa membuat simbol yang berhubungan dengan karakter tersebut; misalnya gambar tangga dan awan untuk karakter Yakub (Kejadian 28:12).  

Yang penting dalam Pohon Isai seluruh simbol dalam ornamen tersebut disusun hingga mencapai puncak pada simbol dari Yesus Kristus. Karena Pohon Isai merupakan media pengajaran yang lazim dipakai pada masa raya Adven, maka saya tidak memilih simbol Kristus berupa salib, terutama jika pohon yang dipakai adalah pohon Natal. Jika hanya salib, maka makna kebangkitan menjadi kurang. Itu sebabnya saya lebih suka memakai simbol “Khi-Rho”.  

Sampai saat ini lukisan yang menggambarkan Pohon Isai dapat dilihat di beberapa gereja tua di dunia, misalnya di Chartres Cathedral  di Perancis Utara yang dibuat sekitar tahun 1140-1150. Namun sejauh yang dapat dipastikan, lukisan tertua Pohon Isai tercatat dibuat pada tahun 1086 di dalam codex Vysehrad

----- 

Saya telah membuat gambar line art untuk ornamen-ornamen Pohon Isai. Gambar-gambar tersebut digandakan untuk dibuat gambar berwarnanya. Saya mewarnai dengan marker untuk digantung di Pohon Isai di gereja Gratia.  Selain itu gambar-gambar line art tersebut di-scan dan dikecilkan hingga selebar 200 pixel untuk 200 dpi. Hasil scan yang telah diperkecil saya susun sebagai cover Warta Jemaat Gratia edisi Minggu Advent 4, 18 Desember 2011.  

  • Virga Iesse (Advent IV, 2011) - Pen, marker, Photoshop CS5
... non mortui laudabunt Dominum ...