As for man, his days are as grass: as a flower of the field, so he flourisheth.
For the wind passeth over it, and it is gone; and the place thereof shall know it no more.

Psalms 103:15-16; KJV

Showing posts with label kerja. Show all posts
Showing posts with label kerja. Show all posts

25 October 2013

Yitro menasihati Musa


“Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau ...”  (Keluaran 18:19)

[1.]

Memimpin sejumlah besar orang tidak mudah. Musa mengalami repotnya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian. Dalam kepemimpinannya, Musa dituntut untuk mengajarkan hukum Taurat dan menjadi hakim bagi bangsa Israel.

Pertemuan Yitro dan Musa tidak hanya merupakan wujud kerinduan pertemuan keluarga. Dalam pertemuan itu Yitro memberikan nasihat dan masukan yang membantu Musa dalam menunaikan panggilannya sebagai pemimpin bangsa Israel.

Menurut Yitro, kepemimpinan Musa yang hanya seorang diri tidak efisien. Yitro menasihati Musa agar memilih beberapa orang yang dapat dipercaya untuk menjadi wakil Musa.

Saya tidak tahu, bagaimana pengenalan dan pemahaman Yitro terhadap Tuhan Allah yang telah mengenalkan diri pada Musa. Namun dia memiliki keyakinan, bahwa Tuhan yang telah mengenalkan diri pada Musa itu akan menyertai Musa dalam tugas kepemimpinannya.

Saya kira keimanan Yitro kepada Tuhan terjadi setelah menyaksikan tindakan-tindakan Tuhan  dalam perjalanan Israel. Sehingga ketika ia memberikan nasihat kepada Musa berdasarkan imannya yang 'baru saja' dibaharui tersebut, saya melihat situasi yang menarik;
'yang baru mengarahkan yang lama'.

[2.]

Saya menggunakan bagan untuk menjelaskan usulan Yitro. Dalam bagan itu garis kepemimpinan itu mengarah pada Musa sebagai pemimpin yang telah ditunjuk oleh Tuhan.

Secara keseluruhan gambar di atas cenderung berbentuk vinyet. Menggambar vinyet kerap kali mengundang kita untuk menambahkan elemen-elemen yang mengisi ruang kosong dan saling menyatu.

Non mortui laudabunt Dominum
  • Jethro advises Moses; pena (Uni Pin, Faber Castell, Sharpie) di kertas Windsor & Newton A4. 




11 September 2013

Twit saja ... hanya twit?


"Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."  (Amsal 14:23)

[1.] 

Salah satu kebiasaan yang sulit dihilangkan, dan memang tidak bisa hilang, adalah malas. Ada banyak hal yang membuat orang menjadi malas; seperti tidak berminat, sama sekali tidak tahu apa-apa, lelah.

Kemalasan tidak akan memberi keuntungan. Bagaimana kita dapat mencapai yang lebih baik lagi, jika kita tidak melakukan apa pun?

[2.]

Gambar di atas tiba-tiba muncul begitu saja setelah melihat-lihat gambar Michelle White yang kaya dengan garis.

Setelah menggambar burung itu dan meletakkan balon kata, saya mendapat refleksi yang tertulis di atas. Kutipan ayat dicari dari kitab Amsal. Ada banyak kata hikmat di kitab itu.

Non mortui laudabunt Dominum
  • Hanya berkicau; doodle, marker Sharpie dan pensil di kertas bekas pakai. 



13 July 2013

Esau menerima harapan dan perjuangan yang keras


[1.]

"Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu." (Kejadian 27:39-40a)

Kata-kata di atas diucapkan oleh Ishak untuk Esau sebagai berkat. Namun sulit bagi kita untuk memahami kata-kata di atas sebagai berkat.

Bagi kita kata-kata di atas bukan berkat, justru lebih tepat disebut sebagai kutuk. Karena Esau tidak mendapat tanah yang subur dan harus hidup mati-matian.

Kata-kata tersebut merupakan konsekuensi atas kelakuan Esau yang tidak menghargai hak yang dianugerahkan pada waktu kelahirannya, hak kesulungan. Hak kesulungan itu sesungguhnya merupakan tanggung jawab yang harus dijunjung tinggi.

Untung bagi Esau. Kata-kata Yakub yang terlihat seperti kutukan itu masih dilanjutkan dengan kata-kata yang menggambarkan harapan.

"Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu." (Kejadian 27:40b)

Tapi harapan itu pun masih harus dibayar dengan kerja keras.

[2.]

Gagasan gambar di atas adalah kata-kata berkat Ishak untuk Esau. 

Beberapa obyek dalam gambar terdapat di dalam kata-kata berkat itu;  debu (jauh dari embun) di tangan kanan Esau, pedang yang menopang tubuh Esau (hidup dari pedang) dan kuk yang lepas dari tengkuk Esau. 

Saya masih menambah lagi dua obyek lagi. Busur dan panah, yang melambangkan pekerjaan Esau; semangkuk sup kacang merah dan sendoknya, yang melambangkan sikap Esau yang memandang rendah hak kesulungan sekaligus tanggung jawab ilahi yang telah dianugerahkan Tuhan kepada Abraham dan Ishak.

Non mortui laudabunt Dominum 

  • Esau dan berkatnya; pen di buku Moleskine®