As for man, his days are as grass: as a flower of the field, so he flourisheth.
For the wind passeth over it, and it is gone; and the place thereof shall know it no more.

Psalms 103:15-16; KJV

06 September 2013

KISS, salah satu hasil perawatan di RS PGI Cikini


"And you're tired of wishin' on a falling star. You gotta put your faith in a loud guitar." (KISS, God Gave Rock N' Roll To You)

Saya bukan penggemar berat grup yang terkenal dengan dandanan a la penari kabuki itu. Ada satu lagu yang saya suka dari mereka, God Gave Rock N Roll To You. Saya mendengar lagu itu ketika kuliah di STT Jakarta, baru memasuki tahun ketiga. Saya ingat memutar lagu itu dengan walkman pada malam hari bersama Sonny Mase, pada saat kami mengikuti praktek lapangan. Entah berapa lagu slow rock era glam rock yang diputar malam itu.

Saya menuangkan KISS dalam citra kartunal saya. Mereka adalah Demon, Starchild, Spaceman dan Catman. Ide menggambar KISS muncul begitu saja setelah saya menyelesaikan penghitaman gambar The Crow saya.

Ada cerita di sekitar gambar KISS saya. Saya membuat gambar tersebut pada hari terakhir perawatan di RS PGI Cikini. Klik saja di sini.

"It's gonna take a little time to show you, just what you mean to me ..." (KISS, Everytime I Look At You; 1992)

... non mortui laudabunt Dominum ...
  • KISS, pen dan marker di buku Moleskine®

03 September 2013

Tangan-Nya menarik semua ...


"Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan." (Galatia 6:1)

[1.]

Sering kali kita membatasi perasaan mengasihi kita menurut penilaian kita. Akibatnya, sikap mengasihi yang diinginkan oleh Tuhan, yaitu kasih kepada sesama manusia, tidak bisa dilaksanakan seutuhnya.

Mereka yang telah melakukan kesalahan dan dinilai buruk  menjadi orang-orang yang berada di luar jangkauan sikap kasih. Baik disadari maupun tidak, tidak jarang kita pun turut menjauhi mereka.

Tuhan Yesus justru mengajarkan sebaliknya. Kematian dan kebangkitan-Nya berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Sekalipun Tuhan Yesus pernah mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat (Mat. 23:1-36), kasih-Nya pun tetap ditujukan kepada mereka.

"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Luk. 23:34)

[2.]

Beberapa waktu ini saya kembali tertarik dengan warna hitam, setelah beberapa tahun ini saya cenderung menggambar line art. 

Warna hitam yang banyak mengisi ruang dalam gambar telah memberi makna bagi saya. Kehidupan ini tidak selalu putih. Ada juga hitamnya. Itu adalah keseimbangan yang menguatkan makna kehidupan, apa pun maknanya bagi kita masing-masing.

Saya menghubungkan ide gambar di atas dengan renungan Ibadah Minggu XV sesudah Pentakosta di jemaat-jemaat GPIB pada hari Minggu, 1 September 2013. 

Gambar wajah wanita dan serangga sebenarnya tidak menjadi bagian dari rencana saya. Ide awalnya hanya tangan Kristus yang menarik tangan salah satu 'kawanan domba'-Nya saja. Namun kemudian berkembang dengan berbagai ide yang lain.


Non mortui laudabunt Dominum

  • Tangan yang menarik; pen dan marker, photoshop CS5

03 August 2013

Pelangi adalah tanda perjanjian Tuhan


"Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka ..." (Kejadian 9:1)

[1].

Kitab Kejadian 6-9 menceritakan tentang banjir besar yang dipakai oleh Tuhan untuk membersihkan dunia dari kejahatan manusia. Sebelum banjir itu datang, Tuhan memilih Nuh dan keluarganya untuk diselamatkan dari banjir tersebut. 

Ada perjanjian yang dibuat oleh Tuhan dengan manusia. Tuhan berjanji tidak akan memusnahkan manusia dengan air bah lagi. Sebagai meterai perjanjian tersebut Tuhan meletakkan busur-Nya. Busur itu akan selalu muncul setelah hujan. Kita menamai busur itu sebagai pelangi.

Kisah Nuh dan banjir besar dalam kitab Kejadian sering kali dihubungkan dengan epik Gilgamesh yang dikenal di Mesopotamia dan sekitarnya. Bisa saja kedua cerita itu berhubungan, mengingat moyang bangsa Israel sendiri  berasal dari Mesopotamia (Kej 11:31). 

[2.]

Ada dua elemen penting dalam gambar ini. 

Yang pertama adalah pelangi. Pelangi setelah hujan menjadi pemandangan indah dan menakjubkan bagi saya. Ketakjuban tersebut tidak menghilang setelah saya mengetahui bahwa kehadiran pelangi merupakan sebuah fenomena optikal yang terjadi akibat pantulan cahaya di atmosfir bumi. Dalam Alkitab asal-usul pelangi menjadi bagian dari kisah Nuh dalam Kejadian 6-9 dan memiliki makna teologis yang indah.

Yang kedua adalah awan. Sebenarnya, pelangi tidak mungkin tertutup oleh awan seperti yang terlihat di salah satu ujung garis pelangi. Dalam gambar ini awan dipakai sebagai gambaran kekuasaan dan kemuliaan Tuhan. Ada beberapa ayat yang menghubungkan kekuasaan dan kemuliaan Tuhan dengan awan  (Kel. 13:21; Yes. 19:1; Rat. 2:1).

Elemen lain adalah asap dari mezbah korban bakaran. Walaupun bergerak dinamis, asap tersebut tetap mengarah "tegak lurus" ke atas, lambang dari tempat kemuliaan Tuhan. Sehingga "Tuhan mencium persembahan yang harum itu ..." (Kej. 8:20).

Non mortui laudabunt Dominum 
  • Persembahan dan Meterai Perjanjian; pen dan marker - Faber Castell (Multimark dan Pitt); di buku gambar kertas daur ulang.

27 July 2013

Perkasa dalam perjuangan kehidupan beriman


[1.]

"Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, ..."  (Efesus 6:14-17)

Paulus memakai gambaran seorang prajurit yang memakai perlengkapan perangnya secara lengkap; ketopong, baju zirah, perisai, pedang dan kasut. Sebagai seorang prajurit yang ditempatkan di medan pertempuran seseorang harus menyiapkan dirinya dengan baik. Seorang prajurit harus melengkapi dirinya dengan beragam perangkat yang membantu dia menghadapi musuh-musuhnya.

Gambaran tersebut dipakai Paulus untuk mengingatkan setiap warga gereja dalam perjalanan iman mereka. Warga gereja harus tetap hidup dalam kasih karunia Tuhan. Namun kehidupan dalam kasih karunia Tuhan selalu dihadapkan pada tantangan yang dapat menyebabkan warga gereja yang terlihat paling taat pun dapat saja meninggalkan Tuhan.
Oleh karena itu setiap warga gereja dituntut menyiapkan dirinya. Kebenaran, keadilan, kesaksian, keselamatan dan iman menjadi senjata warga gereja untuk menghadirkan kasih Tuhan di tengah-tengah dunia yang selalu memberikan perlawanan.

[2.]

Semula saya ingin membuat prajurit tegap dan perkasa. Seorang laki-laki yang kekar. Namun saya berpikir, bahwa kenapa harus laki-laki kekar yang harus menjadi simbol keperkasaan. Kenapa keperkasaan harus dihubungkan dengan laki-laki yang kekar dan tegap? Memangnya wanita tidak bisa perkasa? Ada banyak contoh wanita yang perkasa. Lagipula perkasa atau tidak, menurut saya, itu hanya ukuran manusia dan sebuah pilihan yang ditentukan oleh kita sendiri.

Beberapa elemen penting yang muncul sesuai kutipan Alktiab di atas adalah ketopong (helm), baju zirah (pelindung dada), ikat pinggang, kasut (dalam rupa balutan yang diikat tali), perisai, pedang dan latar belakang yang gelap sebagian. 

[3.]

Selamat menyambut bulan Agustus 2013 di pekan yang baru ini. Tetaplah perkasa dalam kehidupan beriman kita. Tuhan memberkati kita semua.


Non mortui laudabunt Dominum 
  • Puteri prajurit; pen dan marker - Faber Castell dan Copic; di buku gambar Winsor & Newton ® A4


13 July 2013

Esau menerima harapan dan perjuangan yang keras


[1.]

"Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu." (Kejadian 27:39-40a)

Kata-kata di atas diucapkan oleh Ishak untuk Esau sebagai berkat. Namun sulit bagi kita untuk memahami kata-kata di atas sebagai berkat.

Bagi kita kata-kata di atas bukan berkat, justru lebih tepat disebut sebagai kutuk. Karena Esau tidak mendapat tanah yang subur dan harus hidup mati-matian.

Kata-kata tersebut merupakan konsekuensi atas kelakuan Esau yang tidak menghargai hak yang dianugerahkan pada waktu kelahirannya, hak kesulungan. Hak kesulungan itu sesungguhnya merupakan tanggung jawab yang harus dijunjung tinggi.

Untung bagi Esau. Kata-kata Yakub yang terlihat seperti kutukan itu masih dilanjutkan dengan kata-kata yang menggambarkan harapan.

"Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu." (Kejadian 27:40b)

Tapi harapan itu pun masih harus dibayar dengan kerja keras.

[2.]

Gagasan gambar di atas adalah kata-kata berkat Ishak untuk Esau. 

Beberapa obyek dalam gambar terdapat di dalam kata-kata berkat itu;  debu (jauh dari embun) di tangan kanan Esau, pedang yang menopang tubuh Esau (hidup dari pedang) dan kuk yang lepas dari tengkuk Esau. 

Saya masih menambah lagi dua obyek lagi. Busur dan panah, yang melambangkan pekerjaan Esau; semangkuk sup kacang merah dan sendoknya, yang melambangkan sikap Esau yang memandang rendah hak kesulungan sekaligus tanggung jawab ilahi yang telah dianugerahkan Tuhan kepada Abraham dan Ishak.

Non mortui laudabunt Dominum 

  • Esau dan berkatnya; pen di buku Moleskine®